Sunrice® 15 WG

Sunrice® 15 WG

Grup : Herbisida
Bahan Aktif : Ethoxysulfuron 15%
Ukuran Kemasan : 6 g, 250 g

Sunrice adalah herbisida sulfonylurea inovatif dengan kemampuan control sedge dan dicot yang sangat superior. Kemampuannya mencapai lebih dari 50 spesies sedge dan dicot, termasuk beberapa spesies yang susah untuk dikontrol seperti Aeschynomene dan Cyperus rotundus.

Cara Kerja
Sunrice kebanyakan diserap oleh daun dan disebarluaskan di seluruh tanaman. Setelah menghalangi pertumbuhan tanaman liar, area chlorotic terbentuk dan kemudian disebarkan dengan cara acropetally, dan kemudian basipetally. Hasil kerja sunrice terlihat 3- 4 minggu setelah aplikasi dengan matinya keseluruhan tanaman. Sunrice bekerja dengan menghalangi sintesa acetolactate.

Sunrice sangat selektif untuk bibit padi dan transplantasi. Keselektifan ini terlihat dari perbedaan penyerapan dan pengalokasian bahan aktif di dalam tanaman dan rumput liar.

Keuntungan Produk
Efektif untuk mengatasi tumbuhan berdaun lebar, termasuk untuk spesies yang susah untuk diatasi, dengan penggunaan dosis rendah
Hanya untuk tanaman tertentu saja
Compatibel dengan herbisida lain
Racun dan Info Keamanan

LD50 Acute Toxicity
Oral, rat : >2498 mg/kg
Dermal, rat : >2000mg/kg

Identifikasi Bahaya
Menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran pernafasan. Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut.

Gejala Keracunan
Tidak aja gejala tertentu

Penawar Racun
Belum diketahui

Pertolongan pertama
Informasi Umum
Pindahkan korban dari daerah bahaya. Buka baju yang terkena racun

Bila Terhisap
Pindahkan korban ke udara bersih, segera hubungi dokter.

Bila Terkena Kulit
Segera cuci kulit dengan air dan sabun yang banyak kemudian cari bantuan medis

Bila Terkena Mata
Cuci mata dengan air, konsultasikan dengan ahli mata.

Bila Tertelan
Langsung hubungi dokter

Informasi Untuk Dokter:
Perawatan sesuai gejala.

Basta® 150 WSC

Grup : Herbisida
Bahan Aktif : Glufosinate-ammonium 150 g/l
Ukuran Kemasan : 20 liter

Basta adalah non-selective post emergence, herbisida kontak dengan kemampuan terstruktur.

Cara Kerja
Kerja herbisida glufosinate-ammonium sebenarnya berdasar pada penonaktifan dari sintesa enzim glutamine.

Sintesa Glutamine menyebabkan reaksi dari ammonia dan glutamic acid untuk membentuk glutamine. Ammonia, sebuah zat yang sangat phytotoxic untuk sel tanaman terbentuk pada waktu proses biokimia tanaman, tepatnya pada saat pengurangan nitrate, metabolisme amino acid dan photo-respiration.

Adanya fakta bahwa enzim id dinonaktifkan oleh glufosinate, ammonia dapat terkumpul dalam sel tanaman dan menyebabkan necrosis pada lapisan tanaman yang akhirnya menyebabkan kematian tanaman.

Kecepatan aksi tergantung pada kondisi eksternal; seperti kelembapan udara, suhu dan kadar air dalam tanah.

Pengambilan glufosinate-ammonium oleh tanaman biasanya dilakukan melalui hijau daun dan tumbuhan yang tumbuh dengan aktif.

Kelebihan
Relatif aman untuk tanaman-tanaman utama dalam situasi dimana kontak dengan solusi penyemprotan sangat sulit dihindari.

Basta dapat mengontrol tanaman liar yang sulit dikontrol, apalagi apabila masalah tanaman liar ini terjadi karena penggunaan herbisida jenis onr secara terus menerus.
Cocok untuk dipergunakan di lingkungan pertanian, karena aman bagi lingkungan.
Cocok untuk persiapan pengaturan didaerah yang rawan erosi.
Dapat secara mudah diaplikasikan menggunakan peralatan aplikasi yang sangat sedikit.

Racun dan Info Keamanan
Keracunan LD50
Oral, rat: 1730 mg/kg
Dermal, rat : 593 mg/kg

Identifikasi Bahaya
Iritasi kulit (kelinci): sedikit iritasi
Iritasi mata (kelinci): iritasi
Non ? sensitizing

Pertolongan pertama
Informasi Umum
Pindahkan korban dari daerah bahaya. Buka baju yang terkena racun

Bila Terhisap
Pindahkan korban ke udara bersih, segera hubungi dokter.

Bila Terkena Kulit
Segera cuci kulit dengan air dan sabun yang banyak kemudian cari bantuan medis

Bila Terkena Mata
Cuci mata dengan air, konsultasikan dengan ahli mata.

Bila Tertelan
Langsung hubungi dokter

Informasi Untuk Dokter
Gejala Keracunan:
mengigil, hilang kesadaran, keram, gangguan pencernaan, hyperthermia, dyspnoea dan bradycardia/tachycardia

Perawatan sesuai gejala, pemberian obat penawar, dan pembersihan racun;
Bila herbisida tertelan, endotracheal intubations harus dilakukan dan gastric lavage juga harus dilakukan, diikuti dengan pemberian Charcoal dan Sodium Sulphate
Untuk terapi pengobatan: Phenobarbital-Sodium 1 mg/kg intra muscular atau subcutaneously sampai maksimum 5 mg/kg hari; bila diperlukan, 10 mg Diazepam intravenously.
Kontraindikasi: atropine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: